Menteri Nadiem Lepas 21 Ribu Peserta Program Kampus Mengajar Angkatan 6
Menteri Nadiem Lepas 21 Ribu Peserta Program Kampus Mengajar Angkatan 6








Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim secara resmi melepas mahasiswa program Kampus Mengajar Angkatan 6 tahun 2023 (10/8/2023).
Acara pelepasan mahasiswa Kampus Mengajar (KM) Angkatan 6 itu berlangsung secara bauran atau hybrid dengan menggunakan kanal zoom dan YouTube serta secara luring di 34 provinsi. Setidaknya terdapat lebih dari 21 ribu mahasiswa peserta Program Kampus Mengajar yang diterjunkan oleh Kemendikbudristek pada program yang telah berlangsung 4 tahun itu.
Menteri Nadiem dalam pesan penugasannya, memberikan apresiasi kepada para peserta Kampus Mengajar Angkatan 6. Menurutnya, melalui program ini mahasiswa diberikan kesempatan untuk belajar di luar kampus dengan jaminan SKS. Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan yang unik dan langka ini untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas sebagai bekal sebelum lulus dari perguruan tinggi.
Pada program KM Angkatan 6 ini, jelasnya, terdapat peningkatan jangkauan sasaran satuan pendidikan, yaitu tingkat SMK.
"Program KM ini telah membantu lebih dari 21 ribu satuan pendidikan untuk membantu mengembangkan pembelajaran yang lebih menyenangkan," ungkapnya.
Selama masa penugasan angkatan ke-6 ini, sambungnya, mahasiswa akan berkolaborasi secara aktif dengan guru dalam menyusun strategi pembelajaran literasi dan numerasi, dan membantu guru dan tenaga pendidikan dalam mengakselerasi adaptasi teknologi.
"Saya berharap 21.409 mahasiswa angkatan 6 ini punya semangat yang lebih besar, semangat dalam memanfaatkan program Kampus Mengajar ini dengan sebaik-baiknya. Ambil pelajaran yang sebanyak-banyaknya dari ibu dan bapak guru dan kepala sekolah yang sudah memiliki pengalaman mengajar dan menjadi pemimpin. Dan jangan ragu untuk berbagi pengetahuan yang adik-adik miliki kepada para pelajar di sekolah sasaran masing-masing," harap Menteri Nadiem.
Mendikbudristek juga memberikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan di pusat dan daerah yang telah memberikan dukungan kepada program kampus mengajar.
Diingatkan bahwa Mahasiswa Program Kampus Mengajar merupakan mitra guru dalam meningkatkan mutu pendidikan peserta didik, bukan menjadi pengganti guru dalam pembelajaran di sekolah.
Kepala BPMP Provinsi Maluku La Ode Safihu tampak juga hadir bersama puluhan mahasiswa perwakilan peserta KM Angkatan 6 serta dosen pendamping lapangan (DPL). Pada pertemuan yang berlangsung di ruang telekonferensi BPMP Maluku itu, Kepala BPMP Maluku mengingatkan akan pentingnya menjaga niat yang baik dalam pelaksanaan tugas.
"Sesuatu yang baik itu berasal dari niat yang baik. Jadi niatkanlah yang baik dalam tugas ini, jika kita awali dengan niat yang baik maka nantinya pada saat bertugas akan bertemu dengan sesuatu yang baik juga, walaupun pasti akan ada tantangan," ungkapnya.
Di akhir pesan penugasannya, Kepala BPMP berharap mahasiswa yang diterjunkan ini dapat terus bersemangat menambah pengetahuan dan keterampilan di tempat bertugas. Selain itu ia berharap apa yang diperoleh selama di kampus maupun selama pembekalan Program Kampus Mengajar dapat bermanfaat bagi peserta didik nantinya.
Jumlah peserta Kampus Mengajar angkatan 6 yang ditempatkan di Maluku berjumlah 96 orang. Mereka tersebar di 5 kabupaten/kota. Rinciannya: Kab. Maluku Tengah 11 orang (jenjang SD dan SMP), Kab. Maluku Tenggara 5 orang (jenjang SMK), Kab. Seram Bagian Barat 6 orang (jenjang SMK), Kota Tual 10 orang (jenjang SD dan SMP), dan Kota Ambon 54 orang (jenjang SD dan SMP). Sebagian besar peserta berasal dari Universitas Pattimura, selebihnya berasal dari kampus swasta yang berada di dalam dan luar Provinsi Maluku.
Pada acara tersebut dilakukan pula diskusi terbatas yang bertujuan berbagi pengalaman selama pelaksanaan kegiatan Kampus Mengajar. Diskusi yang dipimpin oleh Kepala BPMP Provinsi Maluku itu dihadiri oleh perwakilan DPL, serta perwakilan sekolah sasaran kampus mengajar, yaitu Kepala SMP Muhammadiyah Ambon dan Kepala SD Negeri 4 Halong, Ambon.
Kemendikbudristek juga mengutus tim perwakilan ke setiap provinsi. Untuk Maluku diwakili oleh Fany Camelia Putri. Tim ini bertugas melakukan supervisi penerjunan Kampus Mengajar dalam rangka pemulihan pembelajaran. Adapun mahasiswa yang diterjunkan akan bertugas selama 4 bulan di lokasi penempatan. Mereka diharapkan dapat memantik kesenangan belajar peserta didik. (HR)